Fakta tentang Game Pokemon Go

Fakta tentang Game Pokemon Go
Fakta tentang Game Pokemon Go
Halo Jambulers? Apa kabar? Semoga baik-baik saja. Tahukah kamu bahwa sekarang masyarakat dunia sudah mengalami kemajuan teknologi yang sangat pesat. Banyak bermunculan industri raksasa di bidang teknologi.

Meledaknya tren ponsel pintar yang didukung sistem operasi canggih dimanfaatkan oleh industri pengembang aplikasi untuk mengisi playstore. Tak terkecuali industri game, seperti Nintendo. Bekerjasama dengan The Pokemon Company dan Niantic, Nintendo mengeluarkan sebuah aplikasi game yang bisa dimainkan dengan platform IOS dan Android. Game ini diberi nama POKEMON GO.
 

Game Pokemon Go sejak diluncurkan di playstore 4 Juli 2016 lalu sudah banyak sekali diunduh oleh orang di berbagai belahan dunia. Game ini langsung mewabah dan pamornya di Amerika Serikat bahkan mengalahkan Twitter dan Instagram. Pun dengan di Indonesia, sama saja, game ini booming, meledak sekali bagai petasan.

Memang game Pokemon Go memiliki keunikan dibanding game lain yang beredar di IOS dan Android. Game ini membawa para gamer ke dalam suasana bermain yang sifatnya virtual reality, dalam arti gamer akan diajak mengalami situasi persinggungan antara realitas maya dengan realitas nyata. Para gamer yang asyik berburu pokemon-pokemon lucu di layar ponsel akan merasakan sensasi bagai berburu di dunia nyata? Bagaimana tidak? Game ini berbasis teknologi augmented reality mobile game yang memiliki sistem sangat canggih yang memanfaatkan bluetooth serta kamera di ponsel pintar.

Menurut Jambulpedia, Pokemon Go bisa menjadi patron dari sebuah game mobile yang canggih dan simple. Teknologi Aughmented reality pada game sudah ada sejak dulu, namun biasanya hanya terbatas pada game PC sehingga mobilisasinya sangat lemah. Pokemon Go mampu mengajak gamer berpetualang di dua dunia sekaligus: nyata dan maya.

Oleh karena game ini menggunakan platform cerita dari sebuah animasi Pokemon, maka dapat disinyalir terjadi pula ledakan gengsi saat bermain. Para gamer pastilah memiliki Pokemon idaman, misalnya Pikachu. Padahal tidak semua lokasi virtual yang dibidik ada Pikachunya. Oleh karena itu, para gamer Pokemon Go tidak akan pernah bisa diam. Mereka pasti akan terus berjalan-jalan mengelilingi dunia, mencari Pikachu atau Pokemon idaman lain.

Saking ributnya aktivitas jalan-jalan ini. Jangan heran bila akhir-akhir ini, taman, jalan, dan public area lain dipenuhi para gamer yang asyik memainkan ponsel pintarnya sambil senyum-senyum bahkan teriak-teriak. Mereka terbawa suasana virtual yang tercipta. Sampai-sampai tidak sadar dirinya masuk ke lokasi-lokasi nyeleneh seperti toilet umum atau kantor polisi. Kondisi paling mengerikan dari aktivitas bermain Pokemon Go tentu saja adalah kecelakaan kendaraan atau kecopetan karena para gamer tenggelam dalam permainan.

Meski begitu, Jambulpedia memandang positif saja pada game Pokemon Go. Karena para admin Jambul sering merasa ditipu oleh pengembang aplikasi game, sudah download habiskan kuota di playstore, eh ternyata gamenya jelek. Kalau Pokemon Go dijamin bagus mengasyikkan.

Menurut Jambulpedia, bermain Pokemon Go haruslah cerdas juga. Bila ingin mencari Pikachu janganlah nongkrong di dekat sungai karena sepertinya Pikachu tidak ada di sana. Bila ingin mencari Pokemon air janganlah jalan-jalan di taman, karena tidak mungkin ada juga. Hahahaha.... Jadilah gamer yang logis, okay?

Salam Jambulpedia, ayo kita berburu Pocket Monster bersama Mr. Jambul, Mrs. Jambul, Satosi, dan kawan-kawan.
Previous
Next Post »


EmoticonEmoticon