Loading...

Hiperealitas Marketing: Strategi Pemasaran Tanpa Batas Melalui Internet

Dunia telah menuju kondisi yang disebut sebagai Hiperealitas, suatu kenyataan yang berlebih-lebihan, melampaui batas kenyataan itu sendiri, yaitu: bisa dilihat, diraba, dan diterawang. Cobalah lihat bagaimana teknologi internet telah menyusutkan dimensi dari kenyataan, hingga segala sesuatu kehilangan kemampuannya untuk diraba dan diterawang.
 
            Fakta paling menyakitkan dari Hiperealitas yang tengah dikokohkan ini adalah dunia terancam akan kehilangan materinya, dalam arti wujud kebendaannya karena segala informasi akan bergerak dalam bentuk energi tak kasat kata, berupa huruf dan angka di dalam sistem informasi komputer. Contoh kasus yang sedang populer tentu saja kemunculan e-money. E-money atau uang elektronik ini disertai pula dengan kemunculan pundi-pundi uang maya atau rekening-rekening di dunia maya. Fungsinya sama dengan rekening di dunia nyata, bisa menerima dan mengirim uang pula.
            Materi dari dunia berupa pesan-pesan audio-visual tidak lagi dilayangkan di ruang publik berdimensi 3D. Tetapi justru melalui saluran canggih bernama internet. Kondisi demikian mengubah struktur dari pergerakan dunia, termasuk di bidang marketing atau pemasaran.
            Jika dahulu marketing dilakukan di jalanan dengan memasang spanduk dan menyebarkan brosur. Kini seorang pebisnis bisa memasarkan produknya hanya dengan duduk diam di rumah sambil minum susu. Cukup berbekal tablet dan speedy, ia bisa mulai menjual produknya. Bahkan apabila terjadi transaksi pembayaran, ia bisa terus duduk sambil minum susu, sebab pergerakan uang di rekening bisa dipantau melalui mobile atau internet banking di tabletnya.
            Sungguh dunia sangat revolusioner. Mampu mendiamkan tangan dan kaki pebisnis masa kini dari bergerak-gerak di jalanan. Namun fakta ini juga menyisakan benalu tajam yang siap mengoyak eksistensi sang pebisnis. Sebab, meskipun kelihatannya hanya duduk diam memantau cyberspace, seorang pebisnis yang memainkan internet marketing harus senantiasa menghadirkan demo presentasi produk yang fresh tiap saat.
            Tidak beda jauh dengan strategi marketing masa lampau, internet marketing juga tetap membutuhkan retorika dan komunikasi pengenalan produk melalui tulisan dan gambar. Hanya saja medianya bukan lagi kertas, melainkan panggung cyberspace itu sendiri yang memuat: social network dan website yang di dalamnya terjadi arus informasi dari seluruh negara di dunia. Dengan pemahaman ringkasnya, segmen pasar dari internet marketing adalah masyarakat global dari seluruh penjuru dunia. Maka dari itu, retorika dan komunikasi pengenalan produk sangat memegang peranan penting dalam internet marketing. Sukses tidaknya internet marketing sangat bergantung bahasa presentasi, atau tampilan tulisan dan gambar pengenalan produk.
            Ketika Hiperealitas mengubah tampilan 3D materi menjadi huruf dan angka tak kasat mata di dalam sistem informasi komputer. Maka internet marketing mengubah brosur kertas menjadi brosur digital, yaitu: bahan informasi tertulis mengenai suatu masalah yang disusun secara sistematis, dibuat menggunakan software desain grafis, dan diunggah ke channel-channel ruang publik di internet.
            Terdapat jargon di kalangan pebisnis jasa konten internet bahwa perusahaan yang kredibel pasti memiliki promosi produk melalui selebaran yang dibuat dengan software design grafis. Tidaklah mungkin perusahaan konten dapat maju hanya dengan mengandalkan presentasi produk melalui narasi, sehingga dibutuhkan gambar diam berupa brosur digital atau dapat juga berinovasi melalui gambar bergerak (video).
            Dengan mengacu pada situasi demikian, maka dapat disimpulkan bahwa strategi pemasaran tanpa batas melalui internet sesungguhnya terletak pada revolusi dan inovasi pengenalan produk. Bahasa retorika dan komunikasi saat promosi merupakan kunci dari kesuksesan internet marketing.
author

This post was written by: Author Name

Your description comes here!

Get Free Email Updates to your Inbox!

Post a Comment

CodeNirvana
© Copyright qipedia
Back To Top